19 Desember 2014. Disini bersama indahnya kota ini aku bertahan dalam kesendirian berayun-ayun dalam keheningan. Tak akan lelah kaki ini terus menapaki jalan persimpangan. Setengah maju setengah mundur. Kemana aku harus melangkah? Bayang-bayangku terperangkap dalam memori masa lalu dan sampai kapan aku terus tertutup hingga menolak setiap sesuatu yang baru menelusup lewat celah-celah hatiku?
Aku diam namun memendam. Aku yang dulu gagal rasanya tak mampu lagi bertumpu pada titik yang sama. Berjuang hanya di satu pihak.
Rasa rindu yang mencekik kini tak lagi bisa kuredam. Ingin menangis rasanya meluapkan segala tanya yang selalu mengganjal seolah menjadi duri dalam tenggorokanku. Kemana semangatku yang dulu?
Rasa sayangku seperti matahari, yang tetap bersinar meski terhalang malam, yang akan tetap kembali lagi menemani pagi. Matahari boleh saja bersinar hanya berbatas pagi dan siang tapi ia akan kembali setiap hari dengan sosok yang sama membawa sesuatu yang baru. Kegagalan ini membuatku mati rasa. Aku mungkin tak bisa mencegahnya. Kita liat nanti akankah ada seseorang yang mampu membangun rasa percaya dan keteguhan hatiku kembali?
Student HS, and music-photograph-fashion-read-write lover and enjoy my blog, your comment is way to make best
Jumat, 19 Desember 2014
Persimpangan hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar