Malam ini malam tahun baru seperti biasa di kota kelahiranku petasan dan kembang api dimana mana menghiasi gelapnya malam serta menemani cahaya lampu jalanan, orang-orang berkumpul bersama sahabat,keluarga maupun hanya berdua dengan pacar hanya untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru. Aku hanya orang biasa yang menghabiskan tahun baru hanya di pusat perbelanjaan menunggu detik demi detik hingga pergeseran jarum tepat pukul 12. Langkahku terasa berat menyusuri koridor setiap toko, ragaku memang disana tapi hatiku? Melayang memutar kembali memori kenanganku selama tahun 2014.
Masih ada sesuatu yang mengganjal disana, kenangan seseorang, persahabatan juga semuanya. Mungkin itu salahku yang memutuskan segalanya tapi andai dia tahu aku ngelakuin demi kebahagiaan dia, kuliah dia. Mungkin dia pikir aku jahat silahkan pikir aku jahat tapi aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu hanya lewat kejauhan disini ya selalu mengagumi dari kejauhan.
Terkadang aku tak pernah tau mengapa Tuhan mempertemukan kita? Yang aku rasa kamulah orang yang selalu mengerti aku,
Ternyata Tuhan lebih menyayangimu yang lewat perantara aku untuk membiarkan kamu bahagia tanpa aku. Bahagia sederhana bukan ? Aku sering mengatakannya kepadamu, disaat kita mencintai orang lain dan membiarkannya bahagia bersama orang lain.
Tetapi aku masih ingat janjiku yang akan terus menjaga perasaan ini hingga kamu menemukan seseorang yang baru, aku mencintaimu tanpa menuntut untuk dicintai kembali. Aku harus ikhlas akan kujalani semua tahun yang baru, sembunyi dan melihatmu dari kejauhan bukannkah selama ini aku berjuang demi itu? Sayangnya hatiku sudah buntu butuh bertahun tahun lamanya hingga sembuh, aku selalu berharap Tuhan akan menjagamu. Doakan aku ya sebentar lagi aku ujian, terkadang aku rindu semangat dan suaramu yang dulu. Aku tak pernah menyesal pernah dipertemukan denganmu karna itulah takdirku.
Student HS, and music-photograph-fashion-read-write lover and enjoy my blog, your comment is way to make best
Rabu, 31 Desember 2014
Aku tak pernah menyesal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar