Hujan turun lagi, dingin
menyelimuti pikiranku dan aku menjatuhkan bertetes demi tetes air mataku. Mengalir
lembut di pipi hingga mata ini terasa sembab. Aku tak kuat kali ini aku melihat
hal tentangmu lagi. Dan ingin kukatakan aku rindu kamu. Entah seberapa lama aku
harus meminta Tuhan untuk membuatmu mengerti bahwa aku ingin bertemu denganmu.
Lihat aku terlalu rapuh ya ?
hanya ditinggal olehmu saja aku seperti kehilangan yang mendalam. Namun apakah
aku salah? Rasa ini berjalan dengan sendiri nya dan muncul ketika kurasakan hangat cintamu. Ya tapi
hanya aku yang merasakan segalanya sedangkan kamu? Tak pernah. Apakah selama
ini kata-kata manismu adalah kebohongan semata? Tapi mengapa kau tega lakukan
itu untukku? Apakah kau tak memiliki perasaan ? apakah semua laki-laki sama
sepertimu? Kumohon mengertilah perasaan yang tulus kudirikan seorang diri,
kuperjuangkan untukmu.
Aku tahu semua ini telah
terlambat. Aku yang tak pernah mengatakan sejujurnya perasaanku. Semua ini
salahku terlalu banyak berharap kamu yang ternyata telah pergi meninggalkanku
seorang diri. Seorang diri tanpa kamu lagi.
Tapi mengapa kau pergi tanpa
kabar seakan aku tak penting lagi di hidupmu? Apa kau telah mengubur dalam-dalam
kenangan tentang kita atau kau telah menemukan seseorang yang lebih baik dari
pada aku ? jawab tolong jawab.
Sungguh aku tak akan bosan untuk
menunggumu disini. Meski jauh tak kuhiraukan jarak yang telah memisahkan kita. Meski
berat tak kuhiraukan perasaan yang akan mencoba menggagalkan semuanya. Aku tetap
disini menunggumu untuk kembali dan bila nanti ternyata penantianku hanyalah
sia-sia, tak akan kumenyesal karena dari awal aku telah memilihmu :”)
lagi rajin nulis ya haha
BalasHapus