Sabtu, 13 Juli 2013

Hanya lewat Tuhan kutitipkan rinduku



Melihat wajahmu di foto semakin membuat tubuhku digerogoti oleh rasa rindu yang kian mendalam, aku tak pernah mengerti mengapa perpisahan ini terjadi dan kau hilang tanpa kabar seolah sembunyi dari kenyataan.  Kau menghilang disaat aku mulai menyayangimu, lebih tepatnya mencintaimu.
Tapi apa yang bisa kulakukan? memperjuangkan cintaku?  tapi masih pantaskah kuperjuangkan cintaku yang sebenarnya tak pernah kau sentuh sedikitpun. Rasanya ingin lari entah kemanapun melupakan sosokmu yang mungkin sudah mencuri celah hatiku yang lama kosong. Tapi ku tak sanggup sakit. Ya sakit rasanya. Yang kuinginkan adalah kamu, menempati hatiku yang telah lama kosong.

Seminggu setelah perkenalan kita kau akhiri segalanya, tanpa mengerti betapa sulitnya kumembangun dinding-dinding ruang untukmu dihatiku, kini seakan mulai rapuh dihujani sikapmu yang acuh dan mulai meninggalkanku perlahan. Kata –kata manismu buat ku tersihir sampai saat ini melekat tak mau hilang. Aku tak mengerti apa salahku hingga sampai ini kau tinggalkanku tanpa jejak. Seolah-olah menjauhiku dan mulai melupakan kenangan itu.

Sesak didada setiap kali ku lihat hal tentangmu. Hal yang selalu kita bicarakan berdua, hal yang selalu buatku nyaman, membuatku sadar bahwa engkaulah orang yang mampu menaklukan hatiku setelah lama membeku. Aku masih mengingatnya dan yang sekarang kutemukan adalah akhir dari segalanya, akhir dari semua teka-teki yang kau buat yaitu datang untuk meninggalkanku.
Aku tahu membaca kembali percakapan kita akan membuatku semakin berharap , aku tahu aku terlalu banyak berharap. Namun salahkah harapku ini yang justru kau balas dengan kehilangan. Memang tak perlu disesali namun penyesalanku telah melampaui ambang batas. Mengapa aku bisa mencintaimu disaat kumulai percaya hadirnya kekasih dapat mengubah segalanya, kumohon jangan tutup pikiranku lagi dengan teori lamaku. Teori yang dapat kau sirnakan dengan keyakinanmu yang selalu kau curahkan lewat perasaanmu padaku, saat kita masih bersama kau titipkan rasa perhatianmu padaku lewat canda yang selalu kau buat untukku, kau buatku selalu tersenyum.

Pergilah, menghilang sajalah lagi. Untuk apa lagi kumasih berharap apabila jarak selalu jadi pemisah kita.  Aku ingin mengatakan sungguh aku sayang kamu dihadapanmu, namun semuanya terlambat kau menghilang jauh entah dimana. Upayaku ternyata sia-sia, mungkin ini sudah menjadi takdirku untuk mencintai dan akhirnya untuk disakiti lagi. Disaat ku mulai berharap pada orang yang tepat namun Tuhan menjawabnya untuk tunggu hingga pada suatu saat kuberharap kamu akan datang lagi membawa impian yang dulu pernah ku bangun bersamamu. Ku yakin cinta datang bukan disaat yang tidak tepat namun hanya aku yang terlalu cepat menyimpulkan segalanya. Sendiri aku harus mengulang segala dari awal mencoba melupakan sosokmu yang telah bahagia. 

Semoga kau selalu mendengarku disana lewat doa yang selalu kusisipkan namamu. Hanya lewat Tuhan kusampaikan rasa rinduku. Kuharap Tuhan akan menjagamu walaupun tak pernah bisa untuk kumiliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar