Melihat wajahmu di
foto semakin membuat tubuhku digerogoti oleh rasa rindu yang kian mendalam, aku
tak pernah mengerti mengapa perpisahan ini terjadi dan kau hilang tanpa kabar
seolah sembunyi dari kenyataan. Kau
menghilang disaat aku mulai menyayangimu, lebih tepatnya mencintaimu.
Tapi apa yang bisa kulakukan? memperjuangkan
cintaku? tapi masih pantaskah
kuperjuangkan cintaku yang sebenarnya tak pernah kau sentuh sedikitpun. Rasanya
ingin lari entah kemanapun melupakan sosokmu yang mungkin sudah mencuri celah
hatiku yang lama kosong. Tapi ku tak sanggup sakit. Ya sakit rasanya. Yang kuinginkan
adalah kamu, menempati hatiku yang telah lama kosong.
Seminggu setelah perkenalan kita kau akhiri
segalanya, tanpa mengerti betapa sulitnya kumembangun dinding-dinding ruang untukmu
dihatiku, kini seakan mulai rapuh dihujani sikapmu yang acuh dan mulai
meninggalkanku perlahan. Kata –kata manismu buat ku tersihir sampai saat ini
melekat tak mau hilang. Aku tak mengerti apa salahku hingga sampai ini kau
tinggalkanku tanpa jejak. Seolah-olah menjauhiku dan mulai melupakan kenangan
itu.
Sesak didada setiap kali ku lihat hal tentangmu. Hal
yang selalu kita bicarakan berdua, hal yang selalu buatku nyaman, membuatku
sadar bahwa engkaulah orang yang mampu menaklukan hatiku setelah lama membeku. Aku
masih mengingatnya dan yang sekarang kutemukan adalah akhir dari segalanya,
akhir dari semua teka-teki yang kau buat yaitu datang untuk meninggalkanku.
Aku tahu membaca kembali percakapan kita akan
membuatku semakin berharap , aku tahu aku terlalu banyak berharap. Namun salahkah
harapku ini yang justru kau balas dengan kehilangan. Memang tak perlu disesali
namun penyesalanku telah melampaui ambang batas. Mengapa aku bisa mencintaimu
disaat kumulai percaya hadirnya kekasih dapat mengubah segalanya, kumohon
jangan tutup pikiranku lagi dengan teori lamaku. Teori yang dapat kau sirnakan
dengan keyakinanmu yang selalu kau curahkan lewat perasaanmu padaku, saat kita masih bersama kau titipkan rasa perhatianmu padaku lewat canda yang selalu kau buat untukku, kau buatku selalu tersenyum.
Pergilah, menghilang sajalah lagi. Untuk apa lagi
kumasih berharap apabila jarak selalu jadi pemisah kita. Aku ingin mengatakan sungguh aku sayang kamu
dihadapanmu, namun semuanya terlambat kau menghilang jauh entah dimana. Upayaku
ternyata sia-sia, mungkin ini sudah menjadi takdirku untuk mencintai dan
akhirnya untuk disakiti lagi. Disaat ku mulai berharap pada orang yang tepat
namun Tuhan menjawabnya untuk tunggu hingga pada suatu saat kuberharap kamu
akan datang lagi membawa impian yang dulu pernah ku bangun bersamamu. Ku yakin
cinta datang bukan disaat yang tidak tepat namun hanya aku yang terlalu cepat
menyimpulkan segalanya. Sendiri aku harus mengulang segala dari awal mencoba
melupakan sosokmu yang telah bahagia.
Semoga kau selalu mendengarku disana lewat doa yang selalu kusisipkan namamu. Hanya lewat Tuhan kusampaikan rasa rinduku. Kuharap Tuhan akan menjagamu walaupun tak pernah bisa untuk kumiliki.
Semoga kau selalu mendengarku disana lewat doa yang selalu kusisipkan namamu. Hanya lewat Tuhan kusampaikan rasa rinduku. Kuharap Tuhan akan menjagamu walaupun tak pernah bisa untuk kumiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar