Malam ini tanpa bulan ya aku tau itu. Tak usah
berharap bulan,bintang pun bersedia menjadi saksi kesedihanku
Aku tahu resiko mencintai. Sakit hati.Telah kucoba menghapus bayanganmu yang selalu melintasi pikiranku, mengganggu selera makanku hingga menghambat langkahku tapi ku tak bisa. Aku tahu aku sangat mencintaimu sejak pertemuan tak terduga itu.
Kita hanya berkomunikasi lewat rasa , hanya lewat rasa.
Tak pernah ku bayangkan suaramu akan terdengar mengiringi hari-hariku yang kelam. Kita hanya berkomunikasi lewat sosial media ,hanya lewat itu.
Lewat itu kau curahkan perasaanmu, menemani setiap langkahku , sedangkan aku ? terdiam menatap semua ini, siapa kamu? datang tiba-tiba menelusuri catatan hidupku, jangankan melihatmu sebatas mendengar saja aku tak pernah bisa. Tapi mengapa secepat ini, jantungku merespon kencang seolah-olah diam-diam mengagumimu.
Aku sangat mencintaimu, berapa kali mesti kuulangi kata-kata yan membosankan itu. Kata-kata yang tak pernah habis diucapkan oleh dua orang yang saling menyayangi.
Cinta memang buta tapi inikah namanya cinta, aku bisa merasakannya. Saat bermil mil jarak diantara kita ,saat perbedaan belahan waktu maupun perbedaan keyakinan menjadi penghalang, aku tau itu sulit ,sangat sulit. Namun sekali lagi kutegaskan ini cinta, tak perduli kau tak mencintaiku seperti aku yang sangat mencintaimu.
tapi aku telah jujur tentang rasaku, aku tak mau memendamnya terlalu lama seolah hanya menjadi beban dalam keseharianku. Jika aku bisa memilih mungkin bisa saja aku bersama orang lain.
tapi ini arti menungguku, tak perduli waktu , tak perduli sesakit apapun aku berkorban waktu ku demi menanti cintamu yang mungkin tak kunjung kau balas.
Bila aku hanya menjadi pengganggu dalam hidupmu usirlah aku jauh-jauh maka aku tak akan mengusik aktifitasmu,
tapi bila suatu saat kau merasa sendiri, aku kan selalu mendoakanmu berharap seseorang yang baik akan selalu menjagamu disana, seseorang penggantiku yang akhirnya menjadi kekasih hatimu.
Mungkin rasa cintanya tak seperti rasa cintaku padamu, namun aku yakin kau tak akan pernah sendiri kau butuh seseorang untuk hidupmu, mengingatkan hal-hal sepele seperti mandi,bangun,makan.
Kau terlalu baik, kalau dibayangkan seperti ogut adminnya @futsalindo , memberi semangat di setiap usaha. Dan aku percaya cinta itu bagai bermain futsal tak butuh emosi. biarkan berjalan perlahan-lahan namun tetap harus dikontrol sama seperti bola. Permainan nya butuh kesabaran harus ekstra hati-hati untuk memasukan bola kegawang lawan, sama seperti cinta menjalani nya butuh kesabaran. Disetiap babaknya selalu ada rintangan skill lawan yang susah untuk ditaklukan itu juga sama seperti setiap waktu ada saja penghalang dalam suatu hubungan yang kadang membuat pertengkaran kecil.
Aku memang tak jago futsal, hanya sekali dua kali ataupun hampir jarang untuk memainkannya, tapi aku tau hidup juga kadang sama seperti futsal butuh kerja sama, kejujuran , ketekunan, usaha.
Mungkin memang tak selamanya cinta bisa digambarkan seperti futsal, kadang sakitnya seperti kita jatuh dilapangan ataupun sedihnya saat tim kalah tanding. Tapi aku yakin tiada yang sia-sia mengungkapkan perasaan walaupun terlambat, aku tak bisa, kita terpisah jauh. Sangat jauh, Aku takut mengecewakanmu, aku takut tak bisa membahagiakanmu, tak bisa menemanimu secara nyata ataupun ada disampingmu setiap waktu.
Aku tau ini sakit bagiku, tapi melihatmu bahagia bersama orang lain udah cukup bagiku. Selalu mendoakanmu, mendukungmu hanya lewat dunia yang tak nyata ini.
Hanya lewat futsal aku selalu mengingatmu, tak hanya lewat permainan
Tapi disini direlung hatiku yang paling dalam.....
Untukmu pecinta futsal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar