Minggu, 14 Juli 2013

Penantianku, hanya untukmu :)



Hujan turun lagi, dingin menyelimuti pikiranku dan aku menjatuhkan bertetes demi tetes air mataku. Mengalir lembut di pipi hingga mata ini terasa sembab. Aku tak kuat kali ini aku melihat hal tentangmu lagi. Dan ingin kukatakan aku rindu kamu. Entah seberapa lama aku harus meminta Tuhan untuk membuatmu mengerti bahwa aku ingin bertemu denganmu.

Lihat aku terlalu rapuh ya ? hanya ditinggal olehmu saja aku seperti kehilangan yang mendalam. Namun apakah aku salah? Rasa ini berjalan dengan sendiri nya dan  muncul ketika kurasakan hangat cintamu. Ya tapi hanya aku yang merasakan segalanya sedangkan kamu? Tak pernah. Apakah selama ini kata-kata manismu adalah kebohongan semata? Tapi mengapa kau tega lakukan itu untukku? Apakah kau tak memiliki perasaan ? apakah semua laki-laki sama sepertimu? Kumohon mengertilah perasaan yang tulus kudirikan seorang diri, kuperjuangkan untukmu.

Aku tahu semua ini telah terlambat. Aku yang tak pernah mengatakan sejujurnya perasaanku. Semua ini salahku terlalu banyak berharap kamu yang ternyata telah pergi meninggalkanku seorang diri. Seorang diri tanpa kamu lagi. 

Tapi mengapa kau pergi tanpa kabar seakan aku tak penting lagi di hidupmu? Apa kau telah mengubur dalam-dalam kenangan tentang kita atau kau telah menemukan seseorang yang lebih baik dari pada aku ? jawab tolong jawab. 

Sungguh aku tak akan bosan untuk menunggumu disini. Meski jauh tak kuhiraukan jarak yang telah memisahkan kita. Meski berat tak kuhiraukan perasaan yang akan mencoba menggagalkan semuanya. Aku tetap disini menunggumu untuk kembali dan bila nanti ternyata penantianku hanyalah sia-sia, tak akan kumenyesal karena dari awal aku telah memilihmu :”)

Sabtu, 13 Juli 2013

Hanya lewat Tuhan kutitipkan rinduku



Melihat wajahmu di foto semakin membuat tubuhku digerogoti oleh rasa rindu yang kian mendalam, aku tak pernah mengerti mengapa perpisahan ini terjadi dan kau hilang tanpa kabar seolah sembunyi dari kenyataan.  Kau menghilang disaat aku mulai menyayangimu, lebih tepatnya mencintaimu.
Tapi apa yang bisa kulakukan? memperjuangkan cintaku?  tapi masih pantaskah kuperjuangkan cintaku yang sebenarnya tak pernah kau sentuh sedikitpun. Rasanya ingin lari entah kemanapun melupakan sosokmu yang mungkin sudah mencuri celah hatiku yang lama kosong. Tapi ku tak sanggup sakit. Ya sakit rasanya. Yang kuinginkan adalah kamu, menempati hatiku yang telah lama kosong.

Seminggu setelah perkenalan kita kau akhiri segalanya, tanpa mengerti betapa sulitnya kumembangun dinding-dinding ruang untukmu dihatiku, kini seakan mulai rapuh dihujani sikapmu yang acuh dan mulai meninggalkanku perlahan. Kata –kata manismu buat ku tersihir sampai saat ini melekat tak mau hilang. Aku tak mengerti apa salahku hingga sampai ini kau tinggalkanku tanpa jejak. Seolah-olah menjauhiku dan mulai melupakan kenangan itu.

Sesak didada setiap kali ku lihat hal tentangmu. Hal yang selalu kita bicarakan berdua, hal yang selalu buatku nyaman, membuatku sadar bahwa engkaulah orang yang mampu menaklukan hatiku setelah lama membeku. Aku masih mengingatnya dan yang sekarang kutemukan adalah akhir dari segalanya, akhir dari semua teka-teki yang kau buat yaitu datang untuk meninggalkanku.
Aku tahu membaca kembali percakapan kita akan membuatku semakin berharap , aku tahu aku terlalu banyak berharap. Namun salahkah harapku ini yang justru kau balas dengan kehilangan. Memang tak perlu disesali namun penyesalanku telah melampaui ambang batas. Mengapa aku bisa mencintaimu disaat kumulai percaya hadirnya kekasih dapat mengubah segalanya, kumohon jangan tutup pikiranku lagi dengan teori lamaku. Teori yang dapat kau sirnakan dengan keyakinanmu yang selalu kau curahkan lewat perasaanmu padaku, saat kita masih bersama kau titipkan rasa perhatianmu padaku lewat canda yang selalu kau buat untukku, kau buatku selalu tersenyum.

Pergilah, menghilang sajalah lagi. Untuk apa lagi kumasih berharap apabila jarak selalu jadi pemisah kita.  Aku ingin mengatakan sungguh aku sayang kamu dihadapanmu, namun semuanya terlambat kau menghilang jauh entah dimana. Upayaku ternyata sia-sia, mungkin ini sudah menjadi takdirku untuk mencintai dan akhirnya untuk disakiti lagi. Disaat ku mulai berharap pada orang yang tepat namun Tuhan menjawabnya untuk tunggu hingga pada suatu saat kuberharap kamu akan datang lagi membawa impian yang dulu pernah ku bangun bersamamu. Ku yakin cinta datang bukan disaat yang tidak tepat namun hanya aku yang terlalu cepat menyimpulkan segalanya. Sendiri aku harus mengulang segala dari awal mencoba melupakan sosokmu yang telah bahagia. 

Semoga kau selalu mendengarku disana lewat doa yang selalu kusisipkan namamu. Hanya lewat Tuhan kusampaikan rasa rinduku. Kuharap Tuhan akan menjagamu walaupun tak pernah bisa untuk kumiliki.

Selasa, 09 Juli 2013

Cinta itu ya seperti.... futsal



Malam ini tanpa bulan ya aku tau itu. Tak usah berharap bulan,bintang pun bersedia menjadi saksi kesedihanku
Aku tahu resiko mencintai. Sakit hati.
Telah kucoba menghapus bayanganmu yang selalu melintasi pikiranku, mengganggu selera makanku hingga menghambat langkahku tapi ku tak bisa. Aku tahu aku sangat mencintaimu sejak pertemuan tak terduga itu.
Kita hanya berkomunikasi lewat rasa , hanya lewat rasa.
Tak pernah ku bayangkan suaramu akan terdengar mengiringi hari-hariku yang kelam. Kita hanya berkomunikasi lewat sosial media ,hanya lewat itu.
Lewat itu kau curahkan perasaanmu, menemani setiap langkahku , sedangkan aku ? terdiam menatap semua ini, siapa kamu? datang tiba-tiba menelusuri catatan hidupku, jangankan melihatmu sebatas mendengar saja aku tak pernah bisa. Tapi mengapa secepat ini, jantungku merespon kencang seolah-olah diam-diam mengagumimu.

Aku sangat mencintaimu, berapa kali mesti kuulangi kata-kata yan membosankan itu. Kata-kata yang tak pernah habis diucapkan oleh dua orang yang saling menyayangi.
Cinta memang buta tapi inikah namanya cinta, aku bisa merasakannya. Saat bermil mil jarak diantara kita ,saat perbedaan belahan waktu maupun perbedaan keyakinan menjadi penghalang, aku tau itu sulit ,sangat sulit. Namun sekali lagi kutegaskan ini cinta, tak perduli kau tak mencintaiku seperti aku yang sangat mencintaimu.
tapi aku telah jujur tentang rasaku, aku tak mau memendamnya terlalu lama seolah hanya menjadi beban dalam keseharianku. Jika aku bisa memilih mungkin bisa saja aku bersama orang lain.
tapi ini arti menungguku, tak perduli waktu , tak perduli sesakit apapun aku berkorban waktu ku demi menanti cintamu yang mungkin tak kunjung kau balas.
Bila aku hanya menjadi pengganggu dalam hidupmu usirlah aku jauh-jauh maka aku tak akan mengusik aktifitasmu,
tapi bila suatu saat kau merasa sendiri, aku kan selalu mendoakanmu berharap seseorang yang baik akan selalu menjagamu disana, seseorang penggantiku yang akhirnya menjadi kekasih hatimu.
Mungkin rasa cintanya tak seperti rasa cintaku padamu, namun aku yakin kau tak akan pernah sendiri kau butuh seseorang untuk hidupmu, mengingatkan hal-hal sepele seperti mandi,bangun,makan.

Kau terlalu baik, kalau dibayangkan seperti ogut adminnya @futsalindo , memberi semangat di setiap usaha. Dan aku percaya cinta itu bagai bermain futsal tak butuh emosi. biarkan berjalan perlahan-lahan namun tetap harus dikontrol sama seperti bola. Permainan nya butuh kesabaran harus ekstra hati-hati untuk memasukan bola kegawang lawan, sama seperti cinta menjalani nya butuh kesabaran. Disetiap babaknya selalu ada rintangan skill lawan yang susah untuk ditaklukan itu juga sama seperti setiap waktu ada saja penghalang dalam suatu hubungan yang kadang membuat pertengkaran kecil.

Aku memang tak jago futsal, hanya sekali dua kali ataupun hampir jarang untuk memainkannya, tapi aku tau hidup juga kadang sama seperti futsal butuh kerja sama, kejujuran , ketekunan, usaha.
Mungkin memang tak selamanya cinta bisa digambarkan seperti futsal, kadang sakitnya seperti kita jatuh dilapangan ataupun sedihnya saat tim kalah tanding. Tapi aku yakin tiada yang sia-sia mengungkapkan perasaan walaupun terlambat, aku tak bisa, kita terpisah jauh. Sangat jauh, Aku takut mengecewakanmu, aku takut tak bisa membahagiakanmu, tak bisa menemanimu secara nyata ataupun ada disampingmu setiap waktu.
Aku tau ini sakit bagiku, tapi melihatmu bahagia bersama orang lain udah cukup bagiku. Selalu mendoakanmu, mendukungmu hanya lewat dunia yang tak nyata ini.

Hanya lewat futsal aku selalu mengingatmu, tak hanya lewat permainan
Tapi disini direlung hatiku yang paling dalam.....


Untukmu pecinta futsal