Awan yang
mulai berubah menjadi abu-abu serta angin yang berhembus kencangnya tak
menyurutkan niatku untuk mengejar ilmu dan segera mengambil kunci motor dan
bergegas menyusuri jalanan kota,
Awalnya perasaan
tidak enak ini tak kugubris mungkin hanya firasat aneh yang muncul kerap kali
mendungnya awan. Satu persatu pohon kulalui serta trotoar jalan pun seakan
bertanya kepadaku masihkah aku tak percaya pada kata hatiku.
Di tengah
jalan hujan mengguyur segala yang kupakai dengan sigap aku berhenti memakai jas
hujan orange yang sering kupakai. Kini perasaan tidak enak ku datang dua kali
Lagi-lagi
semua itu tak kugubris, dengan hati-hati kujalankan motorku meninggalkan tempat
tadi.
Setelah sampai
segera ku disambut oleh salaman petir
yang menyambar tepat diatas kepalaku, dengan muka pucat menahan kedinginan danm
kerasnya tamparan sang petir di langit kupandangi koridor kampus yang sepi
Satu, dua
atau tiga bisa dihitung dengan jari berapa mahasiswa yang lewat, pohon yang
bergoyang seakan menertawakanku yang masih mengigil dengan tatapan kosong. Dimataku
kilat yang menyambar bagai kembang api yang sering dimainkan adikku menjelang
hari lebaran.
Dan bodohnya
aku tak tau harus kemana, kini benar-benar kurasakan arti kesepian padahal
sudah lama aku merasakan ini , ketika langit berubah menjadi abu-abu dan taka ada
seorangpun tempat berbagi ketakukan dikala petir menyambar.
Menuntut ilmu
adalah alasan mengapa aku masih sendiri hingga saat ini, tak peduli alam seakan
mengejek keadaanku. Bagiku hidup adalah pilihan , jika ingin yang terbaik kamu
harus memilih satu diantaranya. Tidak ada yang namanya “tidak adil” ataupun “keegoisan”
Pernah kumenyesali
keadaan ini namun tidak sepantasnya seperti ini. Aku harus bersyukur, ya
bersyukur masih banyak orang lain yang tak mempunyai biaya untuk bersekolah. Aku
tahu dunia ini sangat adil disaat kita mengorbankan keinginan untuk mempunyai
pacar dengan fokus belajar sekalipun pasti akan membuahkan hasil.
Bagiku menyukai
seseorang kini tak lebih dari cukup, masih banyak tugas dan kegiatan yang harus
kulakukan bukan hanya itu,
Biarlah kukehilangan sesuatu yang
belum saatnya aku raih, tetapi akan memberikan kejutan dihari esok.
Aku belajar
untuk mensyukuri apa yang Tuhan beri kepadaku, aku sudah beranjak dewasa sudah
sepantasnya aku menghargai arti kehidupan, ilmu yang kini telah kuraih tidak
sepadat bulir-bulir padi yang telah masak. Masoih setengah ataupun
seperempatnya.
Aku belajar
dari kegagalan meski begitu bukan berarti harus pasrah pada kegagalan, tak ada
pengorbanan yang sia-sia. Dan aku yakin.
Suatu hari
aku pernah melihat sekelompok pemulung kecil yang tengah sibuk menggantungkan
hidupnya pada pekerjaannya yang sangat melelahkan. Peluh keringatnya pun
menetes tapi tak menyurutkan semangatnya untuk terus mengais-ngais sisa barang
bekas.
Hatiku terpukul
bila dibandingkan dengan aku yang pernah egois dan tidak bersyukur, masih ada
orang yang lebih menderita dari pada aku. Aku memang butuh kesenangan tapi ada
batasnya, disaat cinta monyet melanda anak seumurku membuat aku lebih dewasa
untuk menentukan prioritas mana yang harus didahulukan.
Rumah singgah,
ya itu impianku yang sangat kuinginkan, melihat anak-anak kecil dapat mengenyam
pendidikan walaupun sangat sedikit. Melihat senyumyang mengembang dipipinya,
mendengar suara lucu yang mampu membaca huruf. Aku tidak ingin mereka buta
huruf alasannya karena semua anak berhak untuk bersekolah berhak untuk hidup
dan bisa mempertahankan hidupnya.
Guru sosiologiku
ibu ismiyati beliau mengajarkanku untuk
hidup berguna bagi orang lain agar ilmu yang kita dapat berguna bagi orang lain.
Beliau juga mengajarkanku untuk mengenyam pendidikan dengan ikhlas bukan semata
untuk bersombong hati. Karena yang pantas memiliki jubah kesombongan hanyalah
Tuhan semata. Taka ada gunanya mendapatkan sesuatu dari hal yang tidak jujur
dan membanggakan diri.
Hujan dan petir menyadarkanku bahwa
kesepian ini memberiku makna untuk bersabar, menuntut ilmu harus sabar banyak
rintangan dan cobaan yang dilalui,
Aku ingin suatu saat nanti , aku
ingin ilmuku berguna bagi orang yang membutuhkan,
Bila diberi banyak rezeki ijinkan
untuk mendirikan rumah singgah yang berguna untuk memberantas kebuta aksaraan
dinegriku tercinta INDONESIA.
Dari hatiku yang
terdalam,
By Ayeyui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar