“Kuncup
bunga itu bermunculan, perlahan mekar, mengalami masa indahnya dengan kelopak
berwarna-warni, setelah sekian lama lalu layu lalu jatuh ketanah kembali pada
sang bumi.
Aku
menyadari bahwa bukan hanya bunga yang mengalami siklus hidup seperti itu.
Maka
belajarlah seperti bunga, bahwa tak selamanya masa indah itu akan ada disetiap
usaha, suatu saat akan mengalami kegagalan ataupun jatuh”
--
Malam ini lebih dingin dari
biasanya, entah hatiku yang sedang berkabut atau mungkin angin yang ingin
menyapaku, aku tak prnah mengerti mengapa bayangannya selalu terlintas
dibenakku, disetiap malam, hingga kantuk menyerang dan membiarkan bulan
mengiringi setiap mimpiku. Aku tak pernah bosan untuk memandangi gambaran
wajahnya diponselku ataupun sekedar mengumandangkan lagu rindu di setiap
tidurku. Aku telah lama menanti di pemberhentian ini yang tak jelas apa
statusnya. Kata dia cinta butuh interaksi, apakah itu benar? Lalu apa arti
interaksi diantara kami selama ini? Aku memang tak memiliki bukti kuat untuk
membuktikan rasa ini untuknya, aku sadar aku jauh,aku tak bisa selalu ada
dekatnya ataupun berbicara dengannya pun aku tak pernah.
Dulu aku telah berusaha untuk
mengutarakan semua kepadanya, namun dia anggap ini hanya rasa biasa dan
main-main, dia salah. Aku memang tak pernah sedikit saja mengucapkan sepatah
kata kepadanya, mengenalnya saja aku baru sebentar tapi hatiku tak akan pernah
salah memilih, aku tak pernah sembarang memilih. Aku telah jauh, berlayar jauh
untuk mendapatkan arti dari semua ini dan akhirnya kutemukan bahwa, kami
mungkin tak ditakdirkan untuk bersama meski seribu rintangan telah kucoba untuk
meyakinkannya, hanyalah sia-sia.
Aku tak pernah main-main
seandainya dia tau, aku sudah memilihnya, tapi apalah arti semua ini jika orang
yang aku perjuangkan selama ini tak memiliki rasa yang sama sepertiku. Aku tak
pernah menyesal, karena melihatnya tersenyum sudah lebih dari cukup.
Aneh, aku tak pernah merasakan
hal seperti ini , aku tidak bisa menyalahkan perasaanku yang tetap memilihnya
diantara sekian banyak cinta lain yang datang. Aku setia meski aku tak pernah
melihatnya dan jauh darinya, aku sayang meski tak pernah mendengarnya
berbicara, dan aku bertahan meski rayuan lain kerap kali datang menggangguku.
Apakah semua ini? Apakah ini yang dinamakan pengorbanan? Jika iya apakah
pengorbanan kerap kali gagal? Seperti bunga akupun bisa layu.
Entahlah, aku katakan ini dengan
segenap hatiku yang tulus, bukan paksaan bukan kebetulan, bukan main-main. Aku
selalu menunggunya disini, ditempat ini, sekarang ataupun nanti hatiku masih
menunggunya, menyediakan ruang kosong untuknya. Jika menjauh adalah hal yang
terbaik, akan kulakukan asalkan aku bisa melihatnya bahagia, dengan siapapun
nanti aku tak akan pernah menyesal menunggunya disini tanpa jawaban. Dia pasti bissa
jaga dirinya baik-baik :’) aku hanyalah kenangan buruk yang mungkin harusnya
tak dia hiraukan. Harusnya dari dulu aku memang tak pernah mengganggunya jika
akhirnya aku malah jatuh hati kepadanya, dansekarang aku mengetahuinya rasaku
untuknya tak akan pernah sama seperti rasa dia untukku. Goodbye 2013, welcome 2014 semoga jadi lebih baik :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar