Selasa, 31 Desember 2013

Kenangan terakhir 2013



“Kuncup bunga itu bermunculan, perlahan mekar, mengalami masa indahnya dengan kelopak berwarna-warni, setelah sekian lama lalu layu lalu jatuh ketanah kembali pada sang bumi.
Aku menyadari bahwa bukan hanya bunga yang mengalami siklus hidup seperti itu.
Maka belajarlah seperti bunga, bahwa tak selamanya masa indah itu akan ada disetiap usaha, suatu saat akan mengalami kegagalan ataupun jatuh”

--

Malam ini lebih dingin dari biasanya, entah hatiku yang sedang berkabut atau mungkin angin yang ingin menyapaku, aku tak prnah mengerti mengapa bayangannya selalu terlintas dibenakku, disetiap malam, hingga kantuk menyerang dan membiarkan bulan mengiringi setiap mimpiku. Aku tak pernah bosan untuk memandangi gambaran wajahnya diponselku ataupun sekedar mengumandangkan lagu rindu di setiap tidurku. Aku telah lama menanti di pemberhentian ini yang tak jelas apa statusnya. Kata dia cinta butuh interaksi, apakah itu benar? Lalu apa arti interaksi diantara kami selama ini? Aku memang tak memiliki bukti kuat untuk membuktikan rasa ini untuknya, aku sadar aku jauh,aku tak bisa selalu ada dekatnya ataupun berbicara dengannya pun aku tak pernah.
Dulu aku telah berusaha untuk mengutarakan semua kepadanya, namun dia anggap ini hanya rasa biasa dan main-main, dia salah. Aku memang tak pernah sedikit saja mengucapkan sepatah kata kepadanya, mengenalnya saja aku baru sebentar tapi hatiku tak akan pernah salah memilih, aku tak pernah sembarang memilih. Aku telah jauh, berlayar jauh untuk mendapatkan arti dari semua ini dan akhirnya kutemukan bahwa, kami mungkin tak ditakdirkan untuk bersama meski seribu rintangan telah kucoba untuk meyakinkannya, hanyalah sia-sia.
Aku tak pernah main-main seandainya dia tau, aku sudah memilihnya, tapi apalah arti semua ini jika orang yang aku perjuangkan selama ini tak memiliki rasa yang sama sepertiku. Aku tak pernah menyesal, karena melihatnya tersenyum sudah lebih dari cukup.
Aneh, aku tak pernah merasakan hal seperti ini , aku tidak bisa menyalahkan perasaanku yang tetap memilihnya diantara sekian banyak cinta lain yang datang. Aku setia meski aku tak pernah melihatnya dan jauh darinya, aku sayang meski tak pernah mendengarnya berbicara, dan aku bertahan meski rayuan lain kerap kali datang menggangguku. Apakah semua ini? Apakah ini yang dinamakan pengorbanan? Jika iya apakah pengorbanan kerap kali gagal? Seperti bunga akupun bisa layu.
Entahlah, aku katakan ini dengan segenap hatiku yang tulus, bukan paksaan bukan kebetulan, bukan main-main. Aku selalu menunggunya disini, ditempat ini, sekarang ataupun nanti hatiku masih menunggunya, menyediakan ruang kosong untuknya. Jika menjauh adalah hal yang terbaik, akan kulakukan asalkan aku bisa melihatnya bahagia, dengan siapapun nanti aku tak akan pernah menyesal menunggunya disini tanpa jawaban. Dia pasti bissa jaga dirinya baik-baik :’) aku hanyalah kenangan buruk yang mungkin harusnya tak dia hiraukan. Harusnya dari dulu aku memang tak pernah mengganggunya jika akhirnya aku malah jatuh hati kepadanya, dansekarang aku mengetahuinya rasaku untuknya tak akan pernah sama seperti rasa dia untukku. Goodbye 2013, welcome 2014 semoga jadi lebih baik :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar