Hai setelah lama menghilang akhirnya hari ini gue balik lagi, malam
ini mood muncul lagi setelah lama off air di dunia cerita. and check
this out........
Pagi ini matahari menyapaku lewat
jendela yang bercat kusam. Cahayanya menembus permukaan kaca sehingga
aku dapat melihat dengan jelas debu yang beterbangan disekelilingku.
Lantas aku mengeluarkan sapu tanganku lalu bergegas untuk pergi menjauh.
Di ruangan sangat luas itu saksi semua kisahku, awal kisahku bertemu
dengannya pertama kali. Di tempat itu aku mengobati sakit hatiku ,
membuka jalan hatiku yang selama ini tertutup dan mengijinkan seseorang
masuk perlahan dalam rute perjalanan hidupku, dan itu karena Dia.
Laki-laki
itu, tubuhnya yang jangkung serta postur seorang atlet, senyumannya
yang tipis memberi nuansa nyaman saat aku berada didekatnya.Tak pernah
tau dari mana asalnya rasa itu datang, kapan dan dimana. Sesaat setelah
dia didekatku kupu-kupu beterbangan dalam perutku, saat itu aku
mengetahuinya , aku telah jatuh cinta.
Aku terlahir
dikeluarga yang mencintai sepak bola. Semua berawal dari
alm. kakek yang selalu mengajakku untuk menonton channel bola
kesukaannya, bermain bola bersama dan aku tahu itu tak wajar untuk
seorang gadis sepertiku. Sepeninggal kakek aku mulai merasakan rindu
akan hadirnya, dan sampai sekarang aku masih mencintai hal yang berbau
dengan sepak bola, hingga pada suatu saat aku beranjak dewasa dan
mengerti bahwa aku mulai mengaguminya.
20 September 2013,
Hari
ini tim sepak bola sekolahku sedang mengadakan latihan untuk futsal
champion untuk beberapa waktu mendatang di Jakarta, dan itu tandanya
mereka harus giat berlatih selama beberapa minggu kedepan demi meraih
gelar emas seperti tahun-tahun sebelumnya. Gedung olah raga kini
disesaki oleh penonton yang sebagian besar anak perempuan yang memenuhi
setiap sudut gedung, mereka berteriak sambil cekikikan dengan raut muka
tersipu malu. Aku tahu setiap menjelang latihan para gadis-gadis itu
sengaja membuang-buang waktu mereka hanya untuk melihat idolanya. Pantas
saja mereka berlaku seperti itu, di tim sekolahku tidak bisa sembarang
anak yang masuk semua disaring melaui tes, dari postur tubuh, berat
badan dan yang terpenting skill.
Aku yang terseret masuk ke gedung
ini hanya karena tugas mading yang harus diselesaikan minggu ini. Aku
sudah bolak-balik untuk mencari ide untuk mading minggu depan, dan
akhirnya kuputuskan untuk menulis berita terbaru untuk diposting. Dengan
kamera SLR yang menggantung dileher , aku mulai menelusuri tempat duduk
penonton. Sesekali kakiku terinjak oleh anak-anak perempuan yang
setengah mati berloncat-loncat kegirangan melihat para pemain yang
sedang melakukan pemanasan. Sial, seharusnya aku tidak disini desisku
pelan.
Asyik merekam segala gerak-gerik pemain akhirnya
pandangannku terhenti oleh seorang laki-laki tinggi jangkung dengan alis
tebal ditengah lapangan, ayunan kakinya dengan mantap terarah ke arah
bola dan berhasil mencetak gol dengan kakinya yang gesit mengingatkan
aku pada Van Persie pemain di club favoritku Manchester United. Kali ini
bukan hanya tendangannya yang mirip club setan merah itu tapi senyumnya
yang bangga atas kerja kerasnya menggiring bola. Di sisi lain hatiku
bergetar melihat pemilik senyum manis itu.
Hari akan
terus berlalu, setelah tugas mading selesai yang mampu menguras otak
kusempatkan untuk melihat lihat gedung olah raga mengingat kenangan saat
aku melihatnya. Hari ini sekolah sepi karena hari minggu dan setauku
tak ada jadwal latihan futsal hari ini karena futsal champion tinggal
didepan mata. Aku menyusuri koridor dan mulai mengingat kejadian sore
itu, disaat pandangannku tak bisa lepas darinya. Bergegas aku turun ke
bawah berjalan mengitari gawang dan duduk di situ, kuarahkan kameraku
dan sesekali kumainkan bola kearah gawang.
Sesaat dia datang,
sendiri menyelidiki sikapku, memerhatikan dibelakangku yang memainkan
tombol view picture di kameraku. Dia mengetahui segalanya, foto-fotonya
yang ada dikameraku , semenjak itu kami berkenalan, di ruangan sepi ini
dia menceritakanku banyak hal, bola, kerja keras dan segalanya. Dengan
gaya bahasanya yang jelas aku tahu dia sempurna. Namun akankah dia
menjadi milikku? apakah masih ada laki-laki yang mau menerima perempuan
biasa sepertiku? Aku kalah sebelum bertanding, haruskah kuperjuangkan
cintaku? Banyak yang mengaguminya ,aku satu dari sekian banyak anak
perempuan yang duduk pada saat itu memerhatikanmya. Aku tahu berharap
tidak mudah, siap jatuh siap terluka.
Dan pada saat itulah
aku tak pernah melihatnya lagi semenjak futsal champion itu dia
mendapat beasiswa ke luar negeri untuk berlatih lebih lanjut. Disini
dirungan ini kugantungkan kisahku bersama matahari pagi yang selalu
menyapaku disaat kumerindukannya, akan hembusan nafasnya srta senyuman
tipis yang selalu menghiasi sudut bibirnya. Akankah dia kembali ?
akankanh dia membalas segala penantianku selama ini, ataukah hanya
menghampiri lalu pergi lagi dan memutuskan untuk bersama yang lain.
Disini di gedung ini, kugantungkan harapanku untukmu, dan aku selalu
menunggumu sang penendang hebat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar