Sabtu, 20 April 2013

Cerita Fakta Tersirat didalamnya



Entah seberapa lama kumengubur dalam-dalam sesak didada, menyisakan kenangan yang mungkin perlahan-lahan berhembus mengikuti arus angin. Hembusan nafasku kini tercampur rasa suka yang telah lama mendiami lubuk hatiku yang paling dalam. Otakku seakan tak dapat melepas kuatnya bayanganmu yang melekat perlahan-lahan tapi pasti dan terus mengitari otakku tanpa henti membuat hariku yang kelam menjadi kisah yang tak bisa kupungkiri lagi. Tak terbendung lagi air mata penyesalan ini mengalir lembut dipipi perlahan jatuh menetes sia-sia.
Aku lelah mencoba menempati ruang kosong dihatimu bila akhirnya tak pernah ada tempat untukku. Bumi seakan tertawa seiring jejak langkah penuh kepalsuan untuk menyembunyikan perasaan ini. Dihadapanmu , ya! Dihadapanmu seperti memakai topeng sandiwara. Bagaimana bisa, bagaimana ku bisa menyembunyikan rasa sakit yang tak pernah bertepi.
Cinta butuh pengorbanan, ya memang. Namun kenyataannya kuberkorban tanpa pantas untuk dikorbankan. Menunggu tanpa tau seberapa lama kuakan menunggu. Mencintaimu bagaikan berbicara dengan boneka, tak ada balasan, tak ada perasaan lebih.
Hari-hari memang tlah menyisakan jejak, seperti malam-malam yang lalu tepat dimalam minggu ini aku kembali sendiri ditengah lampu jalanan kota ini kuhanya bisa menatapi satu persatu jejak langkah kuhitung satu dua tiga bahkan lebih gandengan tangan didepanku dan hei aku iri, hanya itu yang menyelimuti dinginnya malam dibawah sorotan lampu yang seolah mengerti benar apa isi hatiku.
Langkahku memang pasti tapi dikala kebahagiaan itu ditakdirkan untuk sendiri kenapa tidak ? cinta datang tepat pada waktunya , cinta takkan salah takkan menunggu detik jarum jam bergeser. Jangan salahkan cinta yang datang tidak saat yang tepat mungkin tuhan menahan cintamu dalam hujan dan menunggu saat yang tepat disaat hujan telah reda dan membiarkanmu kembali mendapatkan cinta dalam keadaan kering bukan basah. Mendapatkan yang baik bukan yang buruk. Jadi jangan salahkan kalau sampai saat ini kamu masih sendiri.
Cinta jangan buru-buru. Biarkan mengalir apa adanya. Jangan dipaksakan juga jangan dibohongi. Kalau memang kulit cintamu susah ditembus jangan memaksakan jarum untuk melukai hatimu untuk dapat ditembus karena itu dapat menyisakan luka dikemudian harinya. Biarkan cinta bagai arus sungai yang meliuk-liuk terseret tanpa ada paksaan mengikuti sepanjang tepi sungai. Aku berharap mendapatkan cinta yang indah bukan saat bahagia saja tapi juga malaikat disaat sedih. Lebih baik sendiri daripada memiliki tapi masih merasa sendiri.
Tak ada yang sempurna ya aku tau itu. Ganteng,keren,perfect semua sering kulihat meski mataku terus memandang namun ada kata tersirat dari benakku mereka memang sempurna tapi untukku? Ya tidak pantas aku hanya mengharap orang yang benar-benar datang dihariku menghangatkan seluruh mimpi-mimpiku, menjadikanku diri sebagaimana adanya tanpa harus menjadi orang lain.
Cinta memang buta, tapi kumohon jangan 100% buta terhadap cinta, kalau memang kamu mencintainya karena alasan cinta itu buta itu salah. Bagaimana kalau suatu hari kamuu bisa melihat yang sebenarnya? Bukankah itu menimbulkan luka.Ingat Cinta butuh kejujuran , ga bisa ditebak ga bisa diperkirakan sama kayak matematika. Cintailah kekurangan jangan melihat lebihnya saja. Disaat lebihnya habisa apakah itu yang dinamakan cinta sejati? Jadi buat yang melakukan pendekatan bisa pahami apa kekurangan , kelebihan ketidaksukaan biar tidak kaget nantinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar