Selasa, 19 Mei 2015

Tolong hapus air mataku

Hari kelulusan sudah berakhir, namun bagai menjadi kesedihan yang tak kunjung menepi. Nilai ujianku hancur, wajahku bagai diterpa angin kencang, aku telah berusaha keras bahkan aku mencoba untuk jujur disaat semuanya tertawa atas kebohongan mereka. 
Tak banyak orang yang mendukungku, sebagian besar mencaciku atas kejujuran yang aku lakukan, apakah kejujuran itu menyakitkan ?
Apakah aku sakit hati ? Tidak, aku tau Tuhan punya rencana lain untuk aku.
Orangtuaku? Mereka berkata tak apa, tapi seolah menjadi batu yang bisa kutelan menyangkut dalam tenggorokanku. Perih, aku tau mereka kecewa.
Dulu, aku berpisah dengan seseorang berharap suatu saat aku dapat membanggakannya, membuat diriku fokus. Begitu perjuanganku,
Membuat orangtuaku bangga atas jerih payahku, kejujuranku itu adalah mimpi dan citacitaku. Tapi aku belum bisa :(
Sedangkan anak-anak lain dengan bangga menghabiskan uang orangtuanya , berporapora, apakah mereka tak pernah menyadari ?
Saat pola pikir mereka sebatas menghabiskan uang orangtuanya, sedangkan aku , aku berjuang untuk mebhagiakan mereka, aku , aku anak pertama, ketika ayahku nanti tak lagi bekerja, siapa yang membiayai tiga adik adikku kalau tidak aku ? Ya , adikku harus tetap sekolah , mengingat mereka yang masih kecil-kecil.
Jika kamu anak tunggal maka bersyukurlah , jangan buat orangtuamu sedih , banggakanlah mereka, karena kamu punya banyak waktu luang untuk belajar. Jangan malah kamu sia siakan.
Terkadang aku sedih, aku hanya ingin membuat mereka bahagia , namun aku telah gagal. Tanggung jawab, ya, tanggung jawabku begitu besar.
Jika kalian gagal, apa kalian akan senang? Jika kalian senang ya aku tau kalian bukan seperti aku, yang mempunyai tanggung jawab besar, pasti kalian akan biasa saja atau tertawa. Sedangkan aku , ini bagaikan pukulan keras yang menghujam seluruh tubuhku.
Dokter, ya itu cita citaku sejak kecil, aku ingin berguna untuk orang lain, menyembuhkan, membuat mereka yang sakit kembali tertawa, aku ingin usahaku , kerja kerasku, peluh keringatku berarti untuk orang lain. Banyak orang ingin menjadi dokter karena gengsi,tapi aku tidak, aku ikhlas. Dipelosok manapun aku ditempatkan, aku terima demi mebangkitkan kesadaran akan kesehatan dan demi menolong sesama manusia yang membutuhkan. Semoga Tuhan selalu mendengarkan doa dan cuta cita ini,
Aku ikhlas, aku tak pernah menyalahkan takdirku begini, tolong hapus air mata hamba Ya Tuhan, ayu yakin suatu saat kebhagiaan mu lebih dari pada segalanya. Dihidupku , aku ingin berguna untuk oranglain.