Selasa, 10 Maret 2015

Masih seperti dulu

Jika kmu tanya bagaimana kabarku sekarang aku baik-baik saja dan aku harap kamupun begitu. Begitu banyak mimpi yang harus aku bangun tanpa dirimu dan ku harap kamu juga akan selalu menggapai mimpimu jangan pernah menyerah. Aku sadar mungkin sekarang tak ada lagi yang menyemangatiku seperti dulu. Tak ada suara via telpon, tak ada pesan sekedar menemaniku mengerjakan tugas di malam hari ataupun ucapan selamat pagi dikala matahari pagi menyentuh lewat celah-celah kecil. Aku tak akan pernah menyesal walaupun hanya sebentar saja dapat menjadi milikmu , aku belajar menjadi dewasa lebih bertanggungjawab, banyak hal positif yang aku mungkin tak bisa dapatkan dari laki-laki baik selain dirimu.
Hal yang paling sulit adalah rindu jangan pernah tanyakan rindu padaku. Karena sampai saat ini pun aku tak pernah bisa mengatasinya. Settelah kamu pergi banyak yang mendekatiku, tapi tak ada yang bisa menggoyahkan hatiku. Kamu adalah laki-laki terbaik setelah ayahku yang pernah aku temui , tak salah aku mengagumimu, dan aku....aku belum bisa menemukan sosok lain seperti dirimu. Aku berteman dengan banyak orang biar aku bisa ingat bagaimana rasanya dilindungi seperti kamu dulu melindungi aku. Tak ada kata yang bisa aku ucap selain mendoakan dirimu dan berharap kita akan bertemu dikala kesuksesan. Semua sudah terjadi dan aku hanya bisa menjalaninya,setidaknya aku sudah cukup bahagia atas segalanya, bila Tuhan masih mengijinkan maka kita akan bertemu lagi. Jangan pernah perdulikan aku sebagai masa lalumu, teruslah maju kedepan lihatlah kesuksesan aku hanya bisa mendoakan dari jauh, jika kamu telah raih kesuksesan itu maka carilah perempuan yang lebih sayang melebihi aku. Lalu aku? Cinta tak harus memiliki, jika demi kebahagiaanmu maka aku juga bahagia.