Waktu kian
berlalu, jarum jam pun memutar segala kenangan yang mungkin pernah mendiami
lembaran-lembaran hidupku. Saat ini ku hanya terdiam dalam bilik-bilik ruang
sepi dikeramaian acara musik yang kini kulihat. Alunan music jazz nan lembut
tak membuyarkan pandanganku padanya. Ya, pada dia laki-laki berkacamata dengan
jam tangan hitam yang melingkar ditangannya. Dia berdiri di pojok sana. Sedikit
saja dia bergeser nyaris kutak dapat menemukannya lagi diantara teman-temannya
yang menggerombolinya.
Tapi siapakah dia?
Laki-laki dengan kamera LSRnya yang terlihat serius mengambil gambar para
musisi yang sedang bermain. Memang alunan musik masih mengiringi suasana malam
ini namun kusadari ternyata hatikulah yang berpadu dengan hentakkan ketukan
nada-nada yang membentuk melodi cinta yang selaras.
Tidak terbayang
kadang mengagumi seseorang seperti mendengar musik yang ngebeat dag dig dug
hati ini tidak bisa sedikitpun diam, tak disangka pula menyukai orang seperti
mendengarkan lagu, satu lagu sudah dirasa bosan langsung memutar lagu yang
lain, ada saatnya kita menyukai seseorang namun saat dirasa memang tak bisa
dipertahankan jangan salahkan hati karena hati takkan salah pilih.
Namun rasa ini
seperti rangkaian nada disaat kurasakan kupu-kupu terbang diperutku tak kubiarkan
jarum jam mengitari dan melewatkan detik-detik berhargaku,dan tak kurelakan musik ini berakhir saat mataku
dan matamu beradu pandang. Mungkin hanya aku yang merasakannya getaran magis
matamu yang sangat kuat disaat beningnya bola matamu menguak segala misterimu.
Aku tau sesuatu
yang buruk terjadi padaku , ya aku tau kita akan berpisah beberapa waktu lagi
namun aku selalu sama dan akan tetap sama membiarkan waktu mengucapkan selamat
tinggal, membiarkan matahari tenggelam dan mengubur waktu dimana saat kita
berjumpa. Pengalaman ini lantas buatku
jera untuk mengagumi mahluk yang dianggap laki-laki rasa kagumnya cepat namun
efek sakitnya butuh berhari-bulan-tahun.
Menyatakan adalah
sesuatu yang sulit, bagiku bagi seorang cewek jutek sepertiku. Sulit bagi cewek
aneh-jelek-suka galau kayak aku. Aku jera untuk mengungkapkan pernyataan yang
ada negasinya aku jera mengungkapkan janji yang ada karmanya. Sekarang sia-sia
yang aku tahu cinta itu indah karena tulus apa adanya tapi bukan untuk cewek
sepertiku. Karena semua orang yang kukagumi menjelekkanku dan melihat
kekuranganku semata.
Memang berharap
itu seperti berdiri diambang jembatan sedikit saja salah menempuhnya maka jatuh
,jatuh kedalam kepahitan. Aku benci pahit ! pahit ketika harus mengatakan
perasaan pada seseorang. Pahit karena lidahku kelu menahan pahitnya kenyataan
yang tidak sesuai harapan. Buat apa aku menahan perasaan yang tak kunjung
datang bila kini memang tak akan datang.
Waktu memang silih
berganti aku tau kesetiaan tak boleh terus berganti. Kesetiaan adalah titik
dimana dua garis berpotongan , jika tak ada titik temu bagaimana dua hati bisa
bersatu? Apa guna kesetiaan seorang pengagum rahasia ? bila memang akan
menyakitkannya ? ini memang tak adil. Namun bukankah Tuhan telah memilihkannya
untukmu ? Mana mungkin kita dibiarkan untuk dengan gampangnya menemukan
seseorang yang benar-benar mencintai , karena semua butuh pengorbanan butuh
perjuangan. Aku percaya suatu saat nanti ya suatu saat nanti pengalaman ini kan
kujadikan pelajaran. Pelajaran untuk lebih menerima. Menerima apa yang sudah
ditakdirkan untukku. Aku tahu aku memang tak sempurna tapi Tuhan akan
melengkapinya dengan sentuhanmu orang yang dipersiapkan untuk menemaniku
melawan dunia ♥
for all people thet give support to me